Independen --- Karena kondisi masyarakat tidak memungkinkan pembelajaran daring, maka di Kendari para guru Sekolah Luar Biasa menerapkan cara mendatangi rumah siswa atau membuka kelas di rumah guru dengan jumlah terbatas.
Mendatangi rumah-rumah siswa menjadi salah satu cara untuk tetap mengadakan pengajaran. Karena dengan pembelajaran daring, sulit dipahami siswa kebutuhan khusus, terlebih jika orang tua siswa tergolong miskin, sehingga ponsel pintar tak punya. Tapi ada kendala, yaitu suasana di rumah siswa umumnya ramai orang, sehingga suasana belajar tidak terbangun. Ada juga guru yang enggan mendatangi rumah siswa, karena kampungnya terkenal dengan banyaknya pemabuk, sehingga membahayakan para guru.
Di sisi lain, guru yang membuka kelas di rumahnya adalah solusi yang lebih baik daripada mengunjungi rumah siswa. Karena sudah pasti suasana belajar terbangun, dan guru tidak perlu banyak membuang waktu menempuh perjalanan.
Namun metode mengunjungi rumah siswa atau membuka kelas di rumah guru, sebenarnya sama-sama berrisiko penularan. Risikonya relatif sama jika membuka kembali sekolah. Karena sama-sama terjadi mobilitas/pergerakan manusia, baik itu guru atau siswanya. Maka mengapa tidak sekalian saja membuka sekolah kembali dengan protokol kesehatan yang ketat. Jika pengajaran dilakukan di sekolah, pengaturan protokol kesehatan jauh lebih mudah daripada di rumah siswa atau guru.
Simak liputan Muhammad Taslim Dalma dalam judul Melawan Keterbatasan, Menimba Ilmu Pengetahuan di Musim Pandemi (Part-2)