Gelar Orientasi, AJI Siapkan UKJ Berbasis Digital  

Independen --- Di masa Pandemi Covid-19 yang masih terus menginfeksi banyak orang Indonesia, maka kegiatan daring menjadi pilihan aman dan rasional dalam situasi saat ini. Oleh karena itu AJI Indonesia membuat terobosan dengan menyiapkan Uji Kompetensi Jurnalis berbasis digital. Kegiatan yang diberi judul orientasi Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) berbasis digital diselenggarakan selama tiga hari mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2021 melalui daring.

“UKJ berbasis digital ini kami harapkan menjadi terobosan untuk meminimalisir risiko terpapar Covid-19 bagi para jurnalis karena kita tidak pernah tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir dan kita berharap kondisi ini tidak terus terjadi,” kata Ketua Umum AJI Indonesia Sasmito Madrim.

UKJ berbasis digital sendiri belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Karena selama ini UKJ/UKW selalu digelar dengan metode tatap muka. Ketika Pandemi Covid-19 melanda Indonesia di awal tahun 2020, AJI Indonesia pun menghentikan kegiatan UKJ tatap muka. Meskipun Dewan Pers tetap memperbolehkan uji kompetensi tatap muka dengan protokol kesehatan.

Dengan digelarnya orientasi ini sebagai langkah awal untuk menggelar UKJ di tengah wabah Covid-19 yang sedang mengganas. Langkah berikutnya adalah menunggu persetujuan Dewan Pers agar UKJ berbasis digital ini bisa digelar.

Kegiatan Orientasi UKJ ini didukung oleh Kedutaan Besar Australia dan  diikuti oleh 20 orang penguji UKJ yang merupakan jurnalis senior dari berbagai daerah di Indonesia.

Konselor Media, Diplomasi Publik, Beasiswa dan Alumni Kedutaan Besar Australia Luke Brown meyakini platform Learning Management System (LMS) akan menjangkau dan memberi peluang yang lebih besar bagi lebih banyak jurnalis di seluruh Indonesia.

“Kami tidak sabar melihat AJI menerapkan sistem LMS khususnya untuk melaksanakan UKJ secara daring dan meningkatkan kapasitas jurnalis,” kata Luke.

 

kali dilihat