Saat Pandemi, Tekanan Guru Honorer Menjadi Berlipat

Independen --- Kondisi guru honorer di masa pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan, terutama di daerah yang susah sinyal atau kondisi ekonomi yang terbatas. Contohnya di Kabupaten Gunung Kidul, karena kondisi geografis yang tidak ada sinyal, maka para guru harus berkunjung ke beberapa rumah siswa. 

Kondisi memprihatinkan, karena para guru itu tidak mendapat tambahan tunjangan, selain tunjangan internet yang hanya 50 ribu rupiah per bulan. Tetapi soal alat perlindungan diri (APD), jaminan kesehatan tidak ada. Guru yang statusnya honorer, lebih buruk lagi kondisinya. Honor sebulan hanya 400 ribu sampai 800 ribu, namun lebih dari 8 jam melayani pertanyaan-pertanyaan para siswa sampai malam. Tentu uang tambahan 50 ribu untuk internet jauh dari cukup. 

Simak liputan Triyo Handoko dalam berita: Sudah Diupah tidak Layak, Guru Honorer Dihantam Pandemi  (D02)

kali dilihat