Independen -- Pemulihan trauma dari penyintas salah satunya dengan membentuk komunitas sesama penyintas. Dalam ruang aman ini, biasanya trauma penyintas dapat diungkapkan dan ini membantu penyembuhan luka-luka.
Seperti yang terjadi di Yogyakarta, Muhayati seorang penyintas Tragedi65 dan jebolan Fakultas Kedokteran UGM rutin mengunjungi para penyintas lain. Dengan kecakapannya di bidang media, Muhayati memeriksa kondisi kesehatan para penyintas. Dalam perjumpaan ini, Muhayati membuka dialog dan banyak kemudian penyintas mampu berbicara masa lalunya.
Kadmiyati yang juga seorang penyitas Tragedi65, lebih suka mengekspresikan dengan menulis lagu atau tembang, lagu bahasa Jawa. Salah satu ciptaannya adalah pangkur "Ngudo Roso" yang menceritakan masa lalunya saat menghadapi Tragedi65.
Liputan lengkap soal bagaimana para penyintas Tragedi65 bertahan dan membuat komunitas, dapat dibaca di sini Kisah Sri Muhayati dan Pemulihan Trauma Penyintas Genosida 1965
(D02)