Independen -- Penderitaan yang dialami penyintas Tragedi65 berlanjut ke anak cucu. Karena di era Orde Baru, anak-anak ex tahanan politik juga terkena dampaknya, seperti sulit mencari pekerjaan, dihina di sekolah sampai kehilangan hak politiknya.
Seperti yang dialami Sumini, penyintas dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dia menjadi ketua Gerwani Pati dan ditahan selama 6 tahun setelah peristiwa G30S. Seperti penyintas lain, selama di penjara, Sumini mengalami penyiksaan dipukuli, disetrum sampai pelecehan seksual. Tahun 1971, Sumini dikeluarkan dari penjara.
Namun keluar dari penjara bukan berarti bebas. Dengan status eks tapol, Sumini harus lapor secara periodik ke instansi militer. Cobaan terberat adalah membesarkan anak-anak. Tiga anak Sumini mengalami diskriminasi luar biasa. Selain diolok-olok di sekolah, anak-anak Sumini pernah dikeluarkan dari Taruna Nusantara, surat diterima kerja di Jepang ditahan aparat dan masih banyak perlakukan diskriminasi lainnya.
Kisah Sumini dan anak-anaknya bertahan dan berjuang hidup dapat dibaca di liputan Serat.id dalam 3 seri berita, mulai dari sini: Semangat Belajar Si Anak Kesayangan
(D02)