INDEPENDEN – Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sarmi, Papua bisa dikatakan belum mulus. Sebab ditemukan banyak persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di hampir seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah surat suara tak sesuai DPT. Banyak masyarakat yang tak ikut memilih lantaran tak terdaftar dalam DPT.
Menurut Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Sarmi, Elisabeth Veronika Maktay mengklaim persoalan ini sudah dikoordinasikan dengan KPU setempat. Kata dia, masyarakat yang tak bisa memilih, akan diverifikasi ulang. Selengkapnya: Walau hampir semua TPS bermasalah soal DPT, Pilkada Sarmi tetap lancar
Sementara itu, memasuki hari kedua, pengamanan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilkada Sarmi diperketat. Kepolisian akan menempatkan anggotanya di sepanjang jalan masuk menuju lokasi rapat. Selengkapnya: Pengamanan hari kedua rekapitulasi surat suara pilkada Sarmi diperketat
Dalam Pilkada Sarmi kemarin, 4 pasangan calon maju memperebutkan posisi bupati. Mereka adalah Eduard Fonataba-Yosina T. Insyaf, Berthus Kyeu Kyeu – Soleh, Albertus Suripno – Adrian Roi Senis, Demanus Kyeuw Kyeuw – Musriadi.