Independen --- Kemiskinan dan mental koruptif aparatur negara masih menjadi problem di berbagi daerah. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah di Aceh. Diduga karena birokrasi yang tidak transparan dan akuntable, diskribusi anggaran pendapatan dan belanja daerah tidak banyak menyelesaikan persoalan kemiskinan di Aceh yang masih mencapai sekitar 16 persen.
Fahmi Yunus, pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, peneliti pada ICAIOS dan CENTRIEFP mengupas dengan gaya jenaka problem di atas, berkaca dari problem masyarakat Aceh. Selengkapnya baca ulasannya: Kaya tapi Miskin.
kali dilihat