Meninggal Karena Sulit Mendapatkan RS dan ICU

Independen – Beberapa hari terakhir ini terjadi lonjakan jumlah orang terinfeksi Covid-19. Pada tanggal 24 Juni 2021, tercatat lebih 20 ribu orang terinfeksi Covid-19. Ini angka tertinggi selama Pandemi Covid-19 di Indonesia.  Angka terakhir kemarin (25/6) mereka yang terinfeksi Covid-19 bertambah 18 ribu lebih dalam sehari. Sementara itu Rumah Sakit banyak yang menolak pasien, seperti yang dilaporkan oleh LaporCovid-19 dalam rilisnya (26/6). 

Menurut LaporCovid-19 dalam seminggu terakhir, banyak RS menolak pasien karena tidak ada ketersediaan tempat tidur. Pasien yang tidak dapat mendapatkan kasur di Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus bertahan di rumah dengan ketersediaan alat seadanya dari Puskesmas, bahkan harus berakhir meninggal dunia karena tidak mendapatkan pertolongan secepatnya.

Selama seminggu terakhir (14-25 Juni 2021), LaporCovid-19 menerima setidaknya 43 laporan warga untuk permintaan Rumah Sakit. Hasilnya, hampir seluruh Rumah Sakit yang kami hubungi menunjukkan bahwa ruang ICU (Intensive Care Unit), isolasi, dan IGD sudah terisi penuh. Bahkan tiga pasien meninggal karena karena tidak mendapatkan ruang ICU.

Relawan-relawan LaporCovid-19 yang juga membantu masyarakat untuk mencari rumah sakit, menceritakan salah satu pasien yang akhirnya tidak tertolong. Seorang laki-laki berusia 59 tahun yang tengah berada di salah satu rumah sakit di Depok dan memerlukan ICU dengan ventilator. Pada Sabtu malam (19/6) hingga Minggu dini hari relawan LaporCovdi-19 berusaha mengontak 95 SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) yang berada di Jabodetabek, hingga Minggu (20/6) menjelang dini hari.

Namun, dari 95 Rumah Sakit itu, 36 memberitahukan bahwa ruang ICU mereka penuh, termasuk RS Mitra Keluarga Depok, RS Sulianti Saroso, RSUD Pasar Minggu dan RS Persahabatan. Sementara, delapan RS menyampaikan tidak memiliki ruang ICU dan 51 RS sama sekali tidak merespon. Hingga akhirnya pagi sekitar pukul 05.00 WIB pasien meninggal dunia karena tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Dari 43 laporan yang masuk LaporCobid-19, 15 di antaranya mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, sehingga memerlukan pertolongan sesegera mungkin. Kondisi pasien pada umumnya dengan saturasi oksigen rendah, demam tinggi, disertai mual. Sisanya mengalami gejala ringan hingga sedang yang memerlukan pemantauan Puskesmas setempat. 

Windy, salah satu relawan LaporCovid-19 menceritakan bagaimana upaya mereka mencari rumah sakit, "Untuk mencari RS, selain menghubungi secara langsung SPGDT RS, kami juga mengontak Dinas Kesehatan. Selain itu beberapa kali kami juga merujuk pada ketersediaan kamar situs SIRANAP Kemenkes. Namun kerap terjadi perbedaan data di mana tertulis tersedia di SIRANAP, namun pada kenyataannya tidak tersedia."

LaporCovid-19 mendesak agar pemerintah agar memberikan panduan data ketersediaan Rumah Sakit dan ICU yang akurat, sehingga upaya perawatan dan penyelamatan pasien terwujud secara efektif dan efisien. Terlebih dalam kondisi kegawatdaruratan seperti saat ini.

Berikut data dari LaporCovid-19 tentang  3 pasien yang meninggal dalam seminggu ini,  karena sulitnya mendapat pertolongan yang memadai. Ketiga pasien ini adalah yang tercatat dan didampingi oleh LaporCovid-19. 

(D02)

kali dilihat