Independen --- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Medan menyerukan agar jurnalis memboikot lomba foto dan video yang diselenggarakan Pusat Penerangan TNI. Agoez Perdana, Ketua AJI Medan mengatakan,"Yang terpenting adalah penanganan kasus ini untuk dapat segera dituntaskan dan pelakunya diseret ke peradilan militer serta komandannya juga harus bertanggungjawab,” kata Agoez. Selengkapnya baca KabarMedan: AJI Boikot Lomba Foto & Video Yang Diadakan Puspen TNI
Kekerasan itu terjadi pada sejumlah wartawan yang meliput konflik tanah antara warga Kampung Sarirejo, Medan dan TNI AU. Warga mengatakan TNI mematok taah-tanah warga untuk dibangun rusunawa. Tidak hanya AJI, organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) juga melakukan aksi boikot serupa sebagai bentuk solidaritas. Organisasi ini menuntut TNI serius menangani kasus kekerasan yang dilakukan aparat ketika di lapangan.