Independen --- Kelompok Syiah seringkali mendapat perlakuan diskriminasi di Indonesia. Sebagian umat Islam yang beraliran Sunni tidak setuju dengan pemahaman aliran Syiah. Sampai di sini sebenarnya tidak masalah, karena memang ada perbedaan. Menjadi masalah ketika ketidaksetujuan itu dibarengi dengan kekerasan.
Pada tanggal 8 Agustus 2020, sejumlah jamaah Syiah di Solo sedang mengadakan ritual ibadah. Tiba-tiba mereka mendapat serangan sekelompok massa. Beberapa jamaah pun luka-luka. Sementara pasukan polisi yang datang kemudian, tidak dapat berbuat apa-apa.
Para penyerang jamaah Syiah di Solo ini mempunyai argumen tersendiri. Selain perbedaan pemahaman, mereka mendasarkan beberapa fatwa MUI yang terkait dengan Syiah. Sekali lagi perbedaan itu biasa, yang jadi ekstra luar biasa adalah pembiaran kekerasan. Aparat kepolisian selama ini terkesan tidak berdaya memproses pelaku kekerasan, termasuk kejadian 8 Agustus 2020 di Solo ini.
Kronologi dan wawancara dari kedua belah pihak dapat dibaca di 3 seri liputan intisari.grid.id dimulai dari berita Hikayat Teror Terhadap Syi’i di Solo (Part 1)
(D02)