Masyarakat Adat Halmahera Timur Terancam Tambang Nikel

Independen --- Di Halmahera Timur ada sebuah masyarakat adat yang tinggal di dalam hutan dan bertahan hidup dari hasil hutan. Mereka ini kemudian terdesak aktivitas tambang yang merambah dari Halmahera Tengah ke Halmahera Timur.

Masyarakat adat O’Hangana Manyawa sudah tinggal di hutan Ake Jira sejak lama. Mereka ini umumnya berladang berpindah. Membuka ladang untuk beberapa bulan, kemudian berpindah lagi.

Saat ini aktivitas pengerukan nikel sudah mulai merambah wilayah hutan Ake Jira. Tentu ini mengancam keberlanjutan hidup masyarakat O’Hangan Manyawa.

Upaya untuk melindungi masyarakat adat dengan pengakuan hukum dari negara masih menemui jalan buntu. Seorang anggota DPRD setempat sedang mengupayakan adanya Peraturan Daerah yang melindungi masyarakat adat ini. Namun jalan ini tidak mudah.

Liputan jurnalis Yunita Kaunar menggambarkan bagaimana terdesaknya masyarakat adat di Halmahera Timur, bahkan seorang nenek harus dijemput dari hutan karena tidak dapat lagi mencari bahan pangan. Liputan ini dapat disimak di:

1. O’Hongana Manyawa, Penjaga Hutan Halmahera dalam Ancaman Tambang Nikel [1]

2. Meme Maratana, Perempuan Suku O’Hongana Manyawa “Dipaksa” Menyerah Karena Urusan Isi Perut [2]

kali dilihat