Independen -- Meletusnya Gunung Sinabung pada tahun 2010 yang kemudian diikuti beberapa kali meletus di tahun-tahun berikut, masih menyisakan trauma dan masalah ekonomi bagi penduduk di sekitar gunung.
Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung umumnya adalah petani tanaman tahunan seperti kopi dan tanaman musiman seperti sayur mayur, sehingga sangat tergantung pada lahan. Sehingga paska erupsi Gunung Sinabung, masyarakat pun terbagi dua. Sebagian masyarakat pindah dari desanya terdahulu dan mencoba hidup dengan lahan baru di desa lain. Sementara itu, sebagian lagi kembali ke desanya, menggarap lahan yang lama, meskipun desa mereka masuk zona merah atau zona bahaya.
Masing-masing menghadapi kendala berbeda. Mereka yang kembali ke desa lama, selalu was-was, karena Gunung Sinabung masih beberapa kali erupsi meskipun tidak sebesar 2010. Erupsi kecil-kecil ini juga mempengaruhi produktivitas tanaman. Sementara mereka yang berpindah ke desa lain, harus memulai dari awal, terutama tanaman tahunannya seperti kopi belum menghasilkan.
Bagaimana pergulatan masyarakat Gunung Sinabung setelah letusan besar 11 tahun yang lalu, saksikan di DailyklikTV: Asa Dibalik Erupsi Gunung Sinabung
(D02)