Independen --- Sebuah helikopter jatuh di Halmahera Tengah pada 21 Februari 2024 lalu dan menewaskan 3 awak dan penumpangnya. Helikopter ini milik PT IWIP (Indonesia Weda Industrial Park), sebuah perusahaan tambang dan pengolahan nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Informasi yang beredar, helikopter ini sedang mengirim logisitik untuk kegiatan eksplorasi pertambangan. PT IWIP sangat mengandalkan helikopter karena luas lahan tambang yang dimiliki hampi 900 hektar atau tepatnya 866,44 hektar.
Halmahera Tengah bisa disebut kabupaten nikel, karena hampir 60 persen luas kabupaten ini diekploitasi untuk tambang nikel. Luas kabupaten ini 277.683 hektar, dan konsesi pertambangan yang sudah diberikan seluas 142.964 hektar
Apakah kemudian kebupaten nikel ini masyarakatnya menjadi sejahtera? Nampaknya argumen bahwa kehadiran tambang akan memberikan lapangan kerja, kesejahteraan masyarakat adalah tidak benar.
Seperti yang dialami masyarakat Halmahera Tengah, khususnya yang tinggal di sekitar tambang. Mereka awal mula adalah masyarakat petani, khususnya berkebun seperti cengkeh, pala, dll. Ketika perusahaan tambang masuk, lahan-lahan masyarakat dibeli oleh perusahaan.
Meski ada sebagian masyarakat yang menolak menjual lahannya, tetapi karena aktivitas tambang di sekelilingnya, maka lahan kebun pun menjadi tidak produktif. Mereka terpaksa menjual lahan. Masyarakat kemudian harus bekerja di tambang dengan posisi yang rendah, karena ketrampilan yang terbatas.
Kondisi lingkungan pun memburuk. Air bersih tidak dapat lagi diambil dari sungai, karena tercemar aktivitas pertambangan. Pembangkit Tenaga Listrik Uap yang digunakan pabrik pengolahan nikel yang menggunakan batu bara menyebabkan penyakit ISPA atau pernafasan jamak diderita masyarakat.
Maka banyak desa yang mengalami perubahan sosial sejak pertambangan nikel PT IWIP ini beroperasi tahun 2018. Namun masih ada satu desa yang bertahan dan melawan pembelian lahan, yaitu desa Sagea.
Liputan bagaimana masyarakat desa Sagea bertahan melawan aktivitas pertambangan, dan bagaimana desa lain seperti desa Gemaf, desa Lelief yang berubah total akibat tambang, dapat dibaca pada dua karya jurnalis Kartini Nainggolan pada:
1. Tambang Nikel dan Nestapa Warga Halmahera Tengah (Bagian 1)
2. Sagea Benteng Pertahanan Terakhir di Halmahera Tengah (Bagian 2 – Selesai)