INDEPENDEN – Serentetan kasus teror terjadi di sejumlah wilayah yang sedang menghelat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Peristiwa ini makin tampak menjelang pemungutan suara Pilkada serentak pada 15 Februari mendatang. Berikut 4 peristiwa di sejumlah wilayah yang menjadi ancaman bagi Pilkada:
Peristiwa teror pertama terjadi di Pilkada Mesuji. Posko pemenangan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Febriana-Adam yang berada di Jalan ZA Pagar Alam, Desa Simpang diberondong senjata api oleh orang tak dikenal, Minggu dini hari, 12 Februari 2017. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akan tetapi teror ini membuat masyarakat cemas. Selengkapnya: Jelang Pencoblosan, Posko Paslon Cabup Mesuji Febriana-Adam Ditembaki Orang Tak Dikenal.
Peristiwa teror kedua, terjadi saat massa kampanye calon bupati Kabupaten Aceh Timur, Ridwan Abubakar –Abdul Rani dilempari batu oleh pengendara motor tak dikenal, Rabu, 1 Februari 2017. Dalam aksi ini satu orang terluka. Selengkapnya: Insiden Kampanye di Aceh Timur, Massa Dilempari Batu.
Teror lainnya terjadi di Jakarta. Saat aksi 11 Februari 2017 yang berpusat di Masjid Istiqlal, sejumlah jurnalis mendapat tekanan dari massa aksi. Aksi yang dikenal sebagai “112” ini bertujuan untuk doa bersama menjelang pemungutan suara Pilkada Jakarta. Akan tetapi, sebagian massa aksi sempat menolak dan menghardik kehadiran jurnalis dari Metro TV dan Global TV.
Peristiwa intimidasi dan tindak kekerasan terhadap jurnalis juga pernah terjadi saat aksi terkait dengan Pilkada Jakarta berlangsung Desember 2016 silam. Selengkapnya: AJI Jakarta Kecam Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis dalam Aksi 112.
Terakhir ancaman Pilkada dari alam di Papua. Distribusi kertas suara serta pengawasan terhadap Pilkada di Papua sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, seperti hujan, angin dan ombak tinggi. Selengkapnya: KPU Papua Waspadai Cuaca Ekstrem untuk Pendistribusian Logistik Pilkada Serentak 2017.